
Perumda Tirta Tanadoang Kirim Staf Teknik Belajar Maintenance Pompa di Workshop Indobara Bahana Bogor
Perumda Air Minum Tirta Tanadoang Kabupaten Kepulauan Selayar terus melakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang teknik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengirim satu orang staf teknik untuk mengikuti pembelajaran dan pelatihan maintenance pompa di Warehouse & Workshop Indobara Bahana, Sentul, Bogor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026. Selama mengikuti kegiatan, staf teknik Perumda Air Minum Tirta Tanadoang akan memperdalam pengetahuan dan keterampilan terkait pemeliharaan pompa sebagai salah satu peralatan vital dalam sistem penyediaan air minum.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tanadoang, Darmawang, mengatakan pengiriman staf teknik tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat kemampuan internal dalam melakukan pemeliharaan peralatan operasional.
Menurutnya, pompa memiliki peran penting dalam sistem produksi maupun distribusi air, khususnya pada instalasi yang membutuhkan sistem pemompaan. Karena itu, kemampuan melakukan pemeliharaan secara tepat menjadi penting untuk menjaga keandalan peralatan dan kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.

“Pompa merupakan salah satu peralatan utama dalam operasional pelayanan air minum. Ketika terjadi gangguan pada pompa, dampaknya bisa langsung dirasakan pada proses produksi maupun distribusi. Karena itu kami ingin staf teknik memiliki kemampuan yang semakin baik dalam memahami, melakukan pemeliharaan, serta menangani permasalahan pada pompa,” kata Darmawang.
Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi teknis juga dibutuhkan agar Perumda Air Minum Tirta Tanadoang secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan melakukan pemeliharaan dan penanganan awal terhadap gangguan peralatan secara mandiri.
Dengan kemampuan tersebut, setiap indikasi gangguan pada pompa diharapkan dapat dideteksi lebih dini sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
“Selama ini kita tentu tetap membutuhkan tenaga maupun pihak yang memiliki keahlian khusus untuk penanganan tertentu. Tetapi untuk pemeliharaan rutin, pemeriksaan, identifikasi awal gangguan dan pekerjaan teknis yang dapat ditangani sendiri, kita ingin SDM internal memiliki kemampuan yang memadai,” ujarnya.
Menurut Darmawang, kebijakan peningkatan kompetensi staf juga merupakan bagian dari upaya membangun sistem pemeliharaan yang lebih preventif. Peralatan tidak hanya diperbaiki ketika mengalami kerusakan, tetapi harus diperiksa dan dipelihara secara berkala untuk menjaga performa serta memperpanjang usia pakainya.
Penguatan kemampuan internal tersebut diharapkan dalam jangka panjang dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan kemampuan identifikasi dan pemeliharaan yang semakin baik, potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penanganan dari pihak luar untuk pekerjaan yang sebenarnya dapat dilaksanakan oleh tenaga teknik perusahaan.

Darmawang berharap staf yang mengikuti kegiatan di Warehouse & Workshop Indobara Bahana tidak hanya memperoleh pengalaman dan keterampilan selama berada di lokasi pelatihan, tetapi juga dapat mentransfer pengetahuan yang diperoleh kepada staf teknik lainnya setelah kembali ke Selayar.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada satu orang. Setelah kembali, pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan harus dibagikan kepada teman-teman di bidang teknik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh perusahaan,” katanya.
Ke depan, Perumda Air Minum Tirta Tanadoang akan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengembangan kompetensi tersebut diarahkan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga bidang lain yang berkaitan langsung dengan peningkatan tata kelola dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Perumda Air Minum Tirta Tanadoang membangun sistem operasional yang lebih profesional, efisien dan responsif terhadap berbagai gangguan teknis di lapangan.
Melalui peningkatan kompetensi tenaga teknik, perusahaan berharap pemeliharaan pompa dan peralatan pendukung dapat dilaksanakan secara lebih terencana sehingga risiko gangguan operasional dapat ditekan dan kontinuitas pelayanan air kepada masyarakat dapat semakin terjaga.
(Red)





